BPBD Bojonegoro, Dalam rangka mendukung arah kebijakan penanganan bencana tahun 2027 di Provinsi Jawa Timur, kebencanaan masuk di prioritas Pembangunan 9 Jatim Lestari menjaga kelestarian lingkungan hidup  didalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan masuk urusan TRANTIBUMLINMAS (Bencana) pengelolaan resiko bencana dilakukan melalui peningkatan kesiapsiagaan penguatan pengetahuan kebencanaan disetiap satuan Pendidikan, pengembangan system peringatan dini yang efektif, serta peningkatan kesadaran dan literasi Masyarakat terhadap potensi bencana, yang dilaksanakan dengan penguatan sinergitas multipihak (pemerintah pusat, dan daerah, akademisi, swasta/badan usaha/Lembaga/Masyarakat, media dan komunitas lainnya) secara terintegrasi dan responsive guna memperkuat mitigasi dan meminimalkan dampak. Yang tertuang dalam beberapa kegiatan antara lain Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), Desa Tangguh Bencana (DESTANA), Early Warning System (EWS) Bencana dan Pemulihan Pasca Bencana. Oleh karenya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mengawali tahun 2026 ini tepatnya di Bulan Maret 2026 akan melaksanakan Pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di 4 lokasi yakni Desa Ngradin, Desa Sonorejo, Desa Kebonagung dan Desa Banjarjo Kecamatan  Padangan. 

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro, Bapak Heru Wicakasi, S.STP. MM menyampaikan bahwa pembentukan DESTANA ini adalah bagian dalam mewujudkan ketangguhan bencana di desa-desa diwilayah Kabupaten Bojonegoro. Sampai dengan akhir 2025 DESTANA yang telah terbentuk di Kabupaten Bojonegoro sejumlah 135 Desa dan pada tahun 2026 ini ditargetkan terbentuk 45 DESTANA. 


By Admin
Dibuat tanggal 06-03-2026
15 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
50 %
Puas
17 %
Cukup Puas
17 %
Tidak Puas
17 %