BPBD Bojonegoro, Memasuki hari ketiga pelaksanaan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Kecamatan baru diisi dengan life skil atau pemberian pelatihan kecakapan hidup bagi peserta utamanya dalam penanganan korban bencana sebagai upaya penyelamatan hidup dan pengurangan resiko dampak bencana. 

Pada kegiatan kali ini masih dipandu oleh fasilitator dari Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Provinsi Jawa Timur yang di pimpin oleh Mbah Darmo. Dari 5 Desa yang melakukan pentukan Desa Tangguh Bencana di Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro yakni Desa Pohwates, Desa Sumberoto, Desa Balongdowo, Desa Turigede dan Desa Bayemgede Kecamatan Kepohbaru. Segenap unsur yang terlibat perangkat desa, satlinmas, Ketua RT dan RW,Bidan, Guru dan Karangtaruna serta anggota Tim Penggerak PKK Desa di 5 desa diwilayah Kecamatan Kepohbaru.

Memiiki pengalaman dalam penyelamatan awal (early rescue atau first response) baik itu dalam konteks pertolongan pertama medis (P3K), penyelamatan bencana, maupun penyelamatan di air—memberikan banyak manfaat luar biasa. Manfaat ini tidak hanya berguna bagi orang lain, tetapi juga untuk perkembangan diri Anda sendiri. Diantaranya adalah menyelamatkan nyawa dan meminimalkan cidera yang dialami oleh korban, semakin cepat penanganan dan tindakan, ini adalah manfaat paling krusial. Dalam situasi darurat, beberapa menit pertama adalah waktu yang paling kritis (the golden hour). Namun kesiapan Mental dan Ketenangan di Situasi Krisis adalah kunci utama. Apabila orang awam cenderung panik saat melihat kecelakaan atau bencana. Pengalaman penyelamatan awal melatih mental anggota Destana untuk tetap tenang dan cepat mengambil kendali atas keadaan  yang terjadi. 

 


By Admin
Dibuat tanggal 08-07-2026
0 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
50 %
Puas
17 %
Cukup Puas
17 %
Tidak Puas
17 %