BPBD Bojonegoro, Salah satu sukses dan berhasilnya pelaksanaan tugas dan pekerjaan adalah adanya komunikasi dan koordinasi secara internal, eksternal bahkan lintas sektor yang menjadi bagian dalam tugas penanganan bidang kebencanaan. Fungsi ini harus benar-benar dipahami dan dijadikan pedoman bahwa komunikasi dan koordinasi adalah kunci. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Bapak Heru Wicaksi, S.STP. MM pagi tadi (10/7) di Ruang Pusdalops.
Penanganan bencana tidak bisa berdiri sendiri maka kita mengenal istilah pentahelix yakni pemerintah, dunia usaha, akademisi dan media massa. Semuanya dimulai dari peran komunikasi dan koordinasi tentunya sesuai kewenangan masing-masing. Hal ini ditegaskan oleh Kepala BPBD dihadapan seluruh personil BPBD. pimpinan dalam hal ini Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati menaruh harapan besar kepada BPBD agar responsif, cepat, tepat dan inovatif dalam penanganan kebencanaan. Kepala Badan juga membuka ruang bagi seluruh ASN di BPBD untuk membangun jejaring komunikasi positif bahkan unsur pentahelix untuk terlibat dan memberikan sumbangsih dalam penanganan kebencanaan di Bojonegoro. Dunia usaha diberikan ruang untuk menjadi bagian dalam penanganan kebencanaan dalam turut serta baik mengalokasikan kegiatan CSR untuk mendukung penanganan dibidang kebencanaan serta dukungan dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam peningkatan keterampilan dan pelatihan.
Kepada para Kepala Bidang di BPBD untuk menciptakan inovasi inovasi sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing. Inovasi berbasis pelayanan, teknologi informasi atau dalam penataan kelembagaan yang terstruktur didalamnya. Kepala Badan berharap BPBD mampu mengembangkan Early Warning System (EWS) yang terintegrasi dengan Handphone baik SMS atau Whatsapp sehingga menjadi informasi dini bagi wilayah rawan bencana utamanya adalah banjir. Selain itu pembangunan jaringan informasi baik perangkat keras dan lunak untuk mendukung pelaksanaan tugas.
|
|
|
|
|
Sangat Puas
50 % |
Puas
17 % |
Cukup Puas
17 % |
Tidak Puas
17 % |