BPBD Bojonegoro, Kalau ada gempa lindungi kepala,

kalau ada gempa jauhilah kaca,

jangan lupa doa

bersiaplah antri berbaris yang rapi kumpul dilapangan

Alunan lagu ini terdengar nyaring ditengah ratusan siswa baru SMP Plus Izzatul Ummah Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander, Selasa (14/7) kemarin yang tengah mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Sekolah (MPLS) yang dilaksanakan di sekolah tersebut. Tak kurang dari 140 an anak didik tampak menyimak dan mengikuti lagu yang menjadi salah satu bentuk evakuasi mandiri jika terjadi gempa bumi. 

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro Arif Hendriyanto dan Ahmad Nur Faisal yang hadir memberikan materi menyampaikan pengenalan beberapa ancaman bencana di Kabupaten Bojonegoro. Sesuai dengan peta kerawanan yang ada bahwa dominasi ancaman bencana di Bumi Anglingdharma adalah banjir, angin kencang, ancaman tanah longsor, gempa bumi serta kegagalan industri. Salah satu ancaman bencana yang tidak bisa diprediksi adalah gempa bumi. Karena biasanya gempa bumi dipengaruhi oleh pergerakan sesar dan lempeng bumi. Apalagi negara kita termasuk wilayah Ring Of Fire. 

Indonesia berada di jalur Ring of Fire (Cincin Api Pasifik), sebuah zona tapal kuda sepanjang 40.000 kilometer di Samudera Pasifik. Wilayah ini menempatkan Indonesia di atas pertemuan tiga lempeng tektonik utama: Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Hal ini menjadikan Indonesia wilayah paling rawan gempa, tsunami, dan rumah bagi sekitar 127 gunung berapi aktif.


By Admin
Dibuat tanggal 15-07-2026
0 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
50 %
Puas
17 %
Cukup Puas
17 %
Tidak Puas
17 %