BPBD Bojonegoro, Bertempat di Ruang Pertemuan Kantor Bakorwil Bojonegoro, Kamis (16/7) pagi tadi digelar rapat tindak lanjut advokasi Tim Pesantren Tangguh Bencana (Pestana) oleh Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur. Rapat diikuti oleh Bagian Kesra dan BPBD  Kabupaten Bojonegoro, Jombang, Gresik, Nganjuk, Mojokerto, Lamongan, Tuban.

Narasumber dalam kegiatan ini antara lain Staf Ahli Pestana Provinsi Jawa Timur, BPBD Provinsi Jawa Timur, Kepala Bakorwil Bojonegoro dan NGO Indonesia-Australia. Acara dibuka oleh Kepala Biro Kesejateraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Timur Bapak Dr. Agung Subagyo, S.STP.M.Si.

Dr. Agung Subagyo dalam laporannya menyampaikan pelaksanaan advokasi Pestana  mengadopsi banyak pemikiran yang sementara masih terdistribusi di OPD konsep Pestana yang berkelanjutan. Tipologi masyarakat yang berbeda maka jenis ancaman Bencana di Bakorwil Bojonegoro mulai banjir, angin kencang, longsor. Dijelaskan dari 7.426 pesantren di Jatim harus dilaksanakan kegiatan utamanya deteksi tipologi kerawanan bencana di area  pondok. Data pesantren yang masuk wilayah rawan bencana untuk dipetakan masing-masing wilayah. Dengan adanya aksi cepat adalah dengan assessment sehingga terpetakan apakah hanya perlu ditangani Kabupaten, Bakorwil ataukah Provinsi. Mengubah konsep Bencana menjadi berkah karena melihat sejarah panjang bencana di wilayah kita. 

 


By Admin
Dibuat tanggal 16-07-2026
0 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
50 %
Puas
17 %
Cukup Puas
17 %
Tidak Puas
17 %