BPBD Bojonegoro, Tim Ahli Pestana Provinsi Jatim H. Muhammad Ghofirin, S.Pd, M.Pd dihadapan seluruh peserta rapat tindaklanjut advokasi Tim Pesantren Tangguh Bencana (Pestana) mentargetkan 40 Pestana akan dibentuk di 2026.
Optimisme ini disampaikan langsung H. Muhammad Ghofirin, S.Pd. M.Pd di hadapan seluruh peserta rapat. Dalam paparan materinya Gus Ghofirin tentang Usulan Roadmap Pesantren Tangguh Bencana Pemprov Jatim Tahun 2026-2030 menyampaikan baha Undang-Undang tentang pondok pesantren telah lahir tahun 2019 dan dikuatkan dengan Perda tahun 2022 dan Perbub tahun 2023. Melalui 5 klaster yakni Klaster ekonomi, Kesehatan, Perlindungan Perempuan dan Anak, pelestarian lingkungan dan Pestana. Bahkan guna mensukseskan Pestana ini Gubernur Jawa Timur telah juga menerbitkan tentang Surat Edaran (SE) untuk mendukung 5 klaster untuk pengembangan pondok pesantren di Jawa Timur. Yang terbaru adalah adanya klaster Pesantren Tangguh Bencana (Pestana). DIsampaikan bahwa untuk jumlah santri mencapai 1,421 juta di 7.426 pesantren di Jatim. Dari angka ini 5.000 pesantren dibangun diatas titik rawan Bencana Tingkat tinggi.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Visi Pestana mewujudkan ketangguhan pesantren dalam pencegahan dan penanganan Bencana secara mandiri dan berkelanjutan yang dijabarkan dalam 6 misi. Pada tahun 2030 ditargetkan seluruh Kab/Kota punya SK Pestana. Oleh karenanya untuk mendukung hal tersebut pada tahun 2026 ini. Jawa Timur akan menjadi pelopor dengan merencanakan membentuk 40 pilot project Pestana di seluruh Jatim. Kemudian selanjutnya setiap tahun ditargetkan 1000 pestana. 2028 anggaran Pestana untuk mulai nyata masuk dalam penganggaran. 2029 Pestana Award, 2030 penguatan teknologi dan informasi.
|
|
|
|
|
Sangat Puas
50 % |
Puas
17 % |
Cukup Puas
17 % |
Tidak Puas
17 % |