BPBD Bojonegoro, tercatata 14 sekolah mulai jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Kabupaten Bojonegoro melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro untuk mengisi kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa siswi baru.
Sebagaimana rekap surat yang masuk di BPBD mulai 6 Juli sampai dengan 17 Juli hari ini 14 sekolah dengan rincian, 9 SD, 2 SLBN, 1 SMP dan 2 SMA/SMK mengajukan permohonan untuk edukasi tentang kebencanaan di wilayah Bojonegoro. Hal ini menunjukkan perkembangan positif dimana tingkat kesadaran masyarakat kita mulai meningkat untuk mengenal dan mengetahui rawan bencana yang ada disekitarnya. Bencana tidak bisa dihindari namun bisa dikurangi dan dimitigasi dengan cara kita mengenali sehingga bisa melakukan apa dan berbuat apa saat kondisi bencana. Mengenali menjadi penting karena akan menentukan tindakan kita selanjutnya.
Yang patut mendapatkan apresiasi dimana sekolah-sekolah mulai mengenalkan bencana sebagai bagian dari mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Tak hanya jenjang sekolah umum, yang membanggakan adalah Sekolah Luar Biasa (SLB) turut serta menjadi bagian dari perkembangan positif ini. Disabilitas, Lansia, Balita, ibu hamil adalah kelompok rentan saat terjadi bencana. Sehingga dengan adanya paradigma baik ini kedepannya akan menjadi sinergi positif khususnya pentahelix, dimana akademisi/dunia pendidikan dan masyarakat menjadi komponen penting yang tidak bisa dipisahkan.
Dalam kesempatan ini selain berbagi ilmu dan pengalaman tentang kebencanaan BPBD juga melakukan simulasi apabila terjadi gempa dan diakhir kegiatan semua peserta mendapatkan makanan siap saji berupa biskuit
|
|
|
|
|
Sangat Puas
50 % |
Puas
17 % |
Cukup Puas
17 % |
Tidak Puas
17 % |