BPBD Bojonegoro, sebanyak 30 peserta mulai dari Kepala Desa, babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, bidan, kepala dusun, PKK, guru, tokoh pemuda dan masyarakat. diajak langsung untuk turun dilapangan melakukan observasi, pengenalan, melakukan identifikasi terkait ancaman potensi bencana di wilayah masing-masing. Seperti hari ini, Selasa (21/7) di didampingi fasilitator dari Jogjakarta tadabbur alam menyatu dan melihat alam lebih dekat.
Fasilitator dari Sancaya Indonesia Bapak Sunandar menyampaikan bahwa Identifikasi menjadi penting dalam penanganan bencana karena menjadi dasar untuk mengambil keputusan yang tepat dan mempercepat proses penanganan. Beberapa alasannya yakni
Dijelaskan dengan melihat realita langsung dilapangan diharapkan seluruh peserta akan mendapatkan gambaran langsung sehingga mereka bisa menuangkan gagasan dan pemikiran dalam menyusun konsep ketangguhan bencana di wilayahnya. Turun langsung sama dengan mendekatkan masalah dan menegaskan upaya penanganan yang tepat.
|
|
|
|
|
Sangat Puas
50 % |
Puas
17 % |
Cukup Puas
17 % |
Tidak Puas
17 % |