BPBD Bojonegoro, sebanyak 30 peserta mulai dari Kepala Desa, babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, bidan, kepala dusun, PKK, guru, tokoh pemuda dan masyarakat. diajak langsung untuk turun dilapangan melakukan observasi, pengenalan, melakukan identifikasi terkait ancaman potensi bencana di wilayah masing-masing. Seperti hari ini, Selasa (21/7) di  didampingi fasilitator dari Jogjakarta tadabbur alam menyatu dan melihat alam lebih dekat.

Fasilitator dari Sancaya Indonesia Bapak Sunandar menyampaikan bahwa Identifikasi menjadi penting dalam penanganan bencana karena menjadi dasar untuk mengambil keputusan yang tepat dan mempercepat proses penanganan. Beberapa alasannya yakni 

  • Mengetahui jenis dan tingkat bencana sehingga penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
  • Mengidentifikasi korban agar proses evakuasi, pencarian keluarga, pelayanan kesehatan, dan administrasi dapat dilakukan dengan benar.
  • Menentukan kebutuhan yang mendesak, seperti makanan, air bersih, obat-obatan, tempat pengungsian, dan tenaga medis.
  • Menentukan prioritas penanganan sehingga sumber daya yang terbatas dapat digunakan secara efektif pada wilayah atau kelompok yang paling membutuhkan.
  • Mengurangi risiko lanjutan, misalnya dengan mengidentifikasi potensi bencana susulan seperti longsor, banjir, atau gempa susulan.
  • Mendukung koordinasi antarinstansi, karena data hasil identifikasi menjadi acuan bagi pemerintah, relawan, dan lembaga kemanusiaan dalam bekerja sama.
  • Membantu proses pemulihan dan rehabilitasi, termasuk pendataan kerusakan, kerugian, dan kebutuhan masyarakat setelah bencana

Dijelaskan dengan melihat realita langsung dilapangan diharapkan seluruh peserta akan mendapatkan gambaran langsung sehingga mereka bisa menuangkan gagasan dan pemikiran dalam menyusun konsep ketangguhan bencana di wilayahnya. Turun langsung sama dengan mendekatkan masalah dan menegaskan upaya penanganan yang tepat. 

 


By Admin
Dibuat tanggal 21-07-2026
0 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
50 %
Puas
17 %
Cukup Puas
17 %
Tidak Puas
17 %