BPBD Bojonegoro. Memasuki Hari ke tiga pelaksanaan Pembentukan Desa Tangguh Bencana di Kecamatan Kepohbaru yakni Desa Woro, Betet, Tlogorejo, Karangan dan Ngrangonanyar. Rabu (1/7) pagi tadi memfokuskan pada Penanggulangan Penderita Gawat Darurat oleh Fasililator dari Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Provinsi Jawa Timur.
Tampak di Desa Tlogorejo Kecamatan Kepohbaru dilakukan kegiatanpemaparan tentang Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD) dengan tujuan untuk melakukan pertolongan pertama untuk meringankan korban yg bersifat sementara,dan dilanjutkan dengan simulasi kelompok melakukan pertolongan pertama pada korban dengan media yang ada di sekitar dengan skenario telah terjadi bencana hingga menimbulkan korban luka disertai cara penanganannya. Fasilitator Bapak Yuniawan Winandi dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Jawa Timur. Pada skenario simulasi kejadian bencana dan terdapat korban yang harus ditangani. Maka seluruh peserta melakukan simulasi penanganan korban dengan memanfaatkan perlengkapan yang dijumpai disekitar mereka dengan tetap mengedepankan keamanan dan pertolongan. Yang kemudian penanganan selanjutnya akan dilakukan oleh tenaga medis dan Tim Penolong yang memiliki kemampuan.
Selain simulasi pada pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) juga dilakukan beberapa tahapan mulai identifikasi kerawanan dan ancaman bencana di wilayah masing-masing, menyusun langkah strategis hingga jalur evakuasi dan penentuan titik kumpul dan titik utama sebagai pos desa. Simulasi penanganan korban dan dilanjutkan dengan penyusunan Surat Keputusan (SK) tentang pembentukan Tim destana disetiap wilayah masing-masing. Hal ini sejalan dengan semangat penanganan bencana yang melibatkan unsur pentahelix. Bencana adalah urusan bersama dan harus di pahami semua lini dari masyarakat sampai pemerintah.
|
|
|
|
|
Sangat Puas
50 % |
Puas
17 % |
Cukup Puas
17 % |
Tidak Puas
17 % |