BPBD Bojonegoro, Pada hari Rabu, 23 September 2026, telah dilaksanakan Workshop Analisis Dampak dan Strategi Adaptasi Perubahan Iklim dalam rangka Program Inklusi Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Bojonegoro. Kegiatan bertempat di Balai Desa Bobol, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro.
Workshop ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim, sekaligus mendorong keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam menyusun strategi adaptasi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di tingkat desa.
Kegiatan diikuti oleh berbagai unsur dan kelompok masyarakat, antara lain Penyuluh Pertanian, Perangkat Desa, perwakilan lansia, fasilitator, PKK, kader, Kelompok Tani Wanita (KTW), serta Karang Taruna. Keterlibatan lintas unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi masyarakat dalam mengenali potensi dampak perubahan iklim serta menentukan langkah-langkah adaptasi yang dapat diterapkan secara bersama-sama.
Materi workshop disampaikan oleh Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Dalam penyampaian materi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai dampak perubahan iklim, potensi risiko dan kerentanan masyarakat, serta pentingnya kesiapsiagaan dan strategi adaptasi untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh perubahan kondisi lingkungan dan cuaca.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami berbagai dampak perubahan iklim, tetapi juga mampu mengidentifikasi kondisi dan potensi risiko yang ada di lingkungan masing-masing serta berperan aktif dalam membangun langkah-langkah adaptasi berbasis masyarakat.
Workshop berlangsung dengan partisipasi aktif dari para peserta melalui diskusi dan berbagi pengalaman mengenai kondisi lingkungan serta tantangan yang dihadapi masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kapasitas masyarakat Desa Bobol dalam menghadapi perubahan iklim secara inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Bojonegoro terus mendorong keterlibatan berbagai kelompok masyarakat dalam upaya membangun ketangguhan masyarakat terhadap perubahan iklim dan risiko bencana, dengan mengedepankan prinsip inklusi serta partisipasi seluruh elemen masyarakat.
|
|
|
|
|
Sangat Puas
50 % |
Puas
17 % |
Cukup Puas
17 % |
Tidak Puas
17 % |