BPBD Bojonegoro, Konsep pentahelix dalam penanganan bencana adalah model kolaborasi lima unsur utama yang bekerja bersama agar penanggulangan bencana lebih efektif dan berkelanjutan. Kelima unsur ini saling melengkapi—bukan berdiri sendi. Seperti yang dilaksanakan hari ini, Rabu tanggal 22 April 2026 bertempat di Taman Lokomotif Jalan Teuku Umar Bojonegoro. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro bersama dengan Kelurahan Kepatihan menggelar acara Sosialisasi Kesiapsiagaan Penanganan Bencana

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bojonegoro, Ristony Eka Putra selaku narasumber menyampaikan kegiatan semacam ini memiliki peran yang penting dan strategis karena penanganan bencana bukan semata-mata tugas satu pihak, namun memerlukan dukungan dan kolaborasi dari berbagai sektor. Dalam penanganan bencana kita mengenal istilah Pentahelix yakni Pemerintah, Akademisi, Dunia Usaha/Swasta, Masyarakat/Komunitas dan Media Massa.  Pentahelix memastikan bahwa penanganan bencana tidak hanya bergantung pada satu pihak. Dengan kolaborasi lima unsur ini, respons menjadi lebih cepat, informasi lebih akurat, dan pemulihan lebih menyeluruh.Seperti hari ini yang melibatkan berbagai unsur mulai perangkat kelurahan, anggota linmas, kader PKK, karang taruna, Ketua RW dan RT serta tokoh masyarakat. Ini adalah miniatur pentahelix di tingkat bawah, namun jika dilaksanakan maka akan membawa dampak yang luar biasa. Menurut Kabid KL, kegiatan ini diharapkan akan menjadi inspirasi dari berbagai pihak bahwa dengan pengetahuan tentang bencana maka akan mengurangi dampak dan resiko dari bencana itu sendiri.

Dalam kegiatan ini selain materi tentang bencana di Bojonegoro juga dilaksanakan praktek penanganan terhadap korban bencana dan pengenalan peralatan bencana sekaligus praktek pengoperasian. 


By Admin
Dibuat tanggal 22-04-2026
7 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
50 %
Puas
17 %
Cukup Puas
17 %
Tidak Puas
17 %