BPBD Bojonegoro, Mahasiswa dan Mahasiswi Universitas Bojonegoro yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Asosiasi Mahasiswa Bojonegoro Pencinta Alam, Rabu tanggal 22 April 2026 menggelar kegaiatan Pembekalan Pendidikan Lanjut Angkatan XIV di Kampus Unigoro pagi tadi.
Dalam kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber salah satunya adalah Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Bapak Ristony Eka Putra yang memaparkan tentang jenis jenis bencana di Kabupaten Bojonegoro. Selain itu juga pengenalan tentang survival dialam oleh Staf Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan.
Dalam kegiatan ini pembekalan bertujuan menciptakan anggota Mapala yang tangguh, terampil, bertanggung jawab, dan peduli lingkungan serta kemanusiaan.
Tujuan pembekalan bagi mahasiswa pecinta alam (Mapala) bukan sekadar “latihan fisik”, tapi membentuk kesiapan menyeluruh—mental, pengetahuan, dan tanggung jawab sosial—sebelum terjun ke kegiatan alam bebas.
Berikut tujuan utamanya:
1. Meningkatkan keselamatan dan manajemen risiko
Pembekalan mengajarkan teknik dasar seperti navigasi, survival, pertolongan pertama, hingga mitigasi bahaya di gunung, hutan, atau perairan. Ini penting agar kegiatan tidak berujung pada kecelakaan.
2. Membentuk mental dan karakter
Kegiatan Mapala menuntut ketahanan fisik dan mental. Pembekalan melatih disiplin, kerja sama tim, kepemimpinan, serta kemampuan mengambil keputusan dalam kondisi sulit.
3. Menanamkan etika lingkungan
Mahasiswa dibekali pemahaman konservasi alam, seperti prinsip Leave No Trace agar setiap kegiatan tidak merusak ekosistem.
4. Menyiapkan peran dalam penanggulangan bencana
Mapala sering terlibat sebagai relawan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BPBD daerah. Pembekalan membuat mereka siap membantu evakuasi, logistik, dan operasi lapangan.
5. Meningkatkan keterampilan teknis
Termasuk mountaineering, rock climbing, arung jeram, hingga komunikasi lapangan. Keterampilan ini harus dikuasai secara bertahap dan terstandar.
6. Membangun jiwa kepedulian sosial
Mapala tidak hanya beraktivitas di alam, tapi juga berkontribusi pada masyarakat—misalnya edukasi lingkungan, aksi bersih alam, hingga bantuan saat bencana.
7. Standarisasi kemampuan anggota
Pembekalan memastikan semua anggota memiliki dasar kemampuan yang sama sebelum mengikuti kegiatan yang lebih ekstrem.
|
|
|
|
|
Sangat Puas
50 % |
Puas
17 % |
Cukup Puas
17 % |
Tidak Puas
17 % |