BPBD Bojonegoro, Hay sahabat tangguh BPBD Kabupaten Bojonegoro mungkin timbul pertanyaan dalam hati kita mencermati anomali cuaca selama beberapa hari ini. Padahal instansi resmi yakni Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan bahwa saat ini kita sudah memasuki musim kemarau atau pancaroba. Ada apa gerangan. ....sebagaimana informasi BMKG bahwa hujan dimusim kemarau bukan hal yang aneh akan tetapi normal. Karena saat ini kita masih di fase peralihan, jadi belum semua wilayah masuk musim kemarau. dan kemarau bukan berarti tanpa hujan sama sekali. hujan tetap bisa terjadi akan tetapi akan semakin jarang. 

Meskipun sudah masuk musim kemarau 2026, hujan masih turun karena Indonesia sedang dalam fase transisi (pancaroba), dimana awal kemarau tidak terjadi serentak. Lalu mengapa hujan masih terjadi?. Hujan tetap terjadi akibat gangguan atmosfer seperti gelombang Rossby, Madden-Julian Oscillation (MJO), serta suhu muka laut yang hangat meningkatkan penguapan. 

Yuk kita simak beberapa hal:

  • Kemarau datang dari selatan, kemarau dibawa angin monsun Australia bergerak dari selatan ke utara Indonesia. BMKG memprediksikan awal musim kemarau terjadi di Bulan April-Mei  di wilayah NTT, NTB, Bali, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Bulan juni di sebagian besar Sumatera, Bulan Juli disebagian Kalimantan dan Sulawesi. 
  • Faktor Atmosfer (MJO & Rossby): Aktivitas gelombang atmosfer meningkatkan pertumbuhan awan hujan meskipun secara kalender masuk musim kemarau.
  • Suhu Laut Hangat: Anomali suhu permukaan laut meningkatkan uap air, memicu hujan, bahkan terkadang lebat.
  • Definisi Kemarau: Kemarau bukan berarti tidak hujan sama sekali, melainkan curah hujan rendah (
    kurangdari50mm/10hari)
    . Melihat perkembangan ini maka masyarakat dihimbau untuk memperhatikan prakiraan cuaca harian yang disampaikan oleh BMKG dan informasi yang disampaikan oleh BPBD melalui media sosial mulai perkembangan informasi terkini dan informasi harian

By Admin
Dibuat tanggal 23-04-2026
1 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
50 %
Puas
17 %
Cukup Puas
17 %
Tidak Puas
17 %